Materi Sepak Bola 9

PETA KONSEP


1.    KOORDINASI  DALAM  PERMMAINAN  SEPAK BOLA

Kerja sama tim yang baik sangat di butuhkan dalam permainan sepak bola.

Setiap pemain dituntut untuk mengkordinasikan tehnik bermainnya dengan teman satu tim. Terdapat beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam melakukan kordinasi tehnik bermain sepak bola bersama teman satu tim. Misalnya ,menendang bola,menghentikan bola,menggiring bola,dan menyundul bola


A.  Menendang dan Menghentikan Bola Secara Konsisten dan Tepat

Keterampilan menendang dan menghentikan bola dapat kamu latih dengan melakukan permainan kucing-kucingan. Permainan ini dilakukan bersama

teman-temanmu dengan membentuk dua tim, yaitu tim bebas dan tim kucing.

Tunjuklah satu atau dua orang sebagai kucingnya. Permainan kucing-kucingan dilakukan dengan cara sebagai berikut.

a.       Bola dikuasai oleh salah seorang dari tim bebas atau tim yang bukan kucing.

b.      Orang yang menguasai bola mengoper bola kepada teman dalam satu tim bebas lainnya. Orang yang diberi bola menghentikan bola tersebut dengan baik, kemudian mengoper bola kembali kepada temannya yang lain.

c.       Tim kucing berusaha mendapatkan bola tersebut dari tim bebas dengan cara menyentuh atau menghadang laju bola.

d.      Sebaliknya, setiap anggota dari tim bebas berusaha untuk mengoper bola kepada temannya tanpa dapat dijangkau oleh tim kucing.

e.       Jika bola tersebut dapat disentuh atau dihadang oleh tim kucing, tim kucing berubah menjadi tim bebas dan tim bebas berubah menjadi tim kucing.


B.     Menyundul Bola Secara Konsisten dan Tepat

Untuk dapat menyundul bola secara konsisten dan tepat, lakukan latihan sebagai berikut.

a.        Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.

b.      Tunjuklah salah satu kelompok untuk menempati bagian tengah lingkaran yang dibuat di tempat latihan.

c.       Beberapa siswa dalam kelompok lainnya, menguasai atau memegang bola dengan membentuk lingkaran yang membatasi lapangan permainan. Setiap siswa dalam kelompok tersebut, bergerak mencari dan meminta bola untuk melakukan teknik menyundul.

d.      Sementara itu, siswa yang menguasai bola memberikan atau melempar bola melambung ke siswa yang meminta bola.

        e.       Kemudian, siswa yang bersangkutan mengembalikan bola tersebut dengan cara menyundul kepada siswa yang memberikannya.


Lakukan latihan ini sebanyak 2–3 set. Setiap set dilakukan selama 1–2 menit. Pastikan semua siswa melakukan latihan dengan benar. Bentuk latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengoper bola melalui sundulan secara tepat, serta keterampilan mengantisipasi bola yang datang untuk  disundul.

 

C.    Menendang dan Menggiring Bola Sesuai dengan Waktu dan Ruang

Untuk dapat menendang dan menggiring bola sesuai waktu dan ruang, lakukanlah latihan sebagai berikut.

a.        Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok.

b.       Lakukanlah latihan dengan menunjuk salah satu kelompok untuk menguasai bola.

c.        Beberapa siswa dalam kelompok yang tidak menguasai bola, membentuk lingkaran yang membatasi lapangan permainan kelompok yang menguasai bola.

d.       Setiap siswa dalam kelompok tersebut melakukan teknik menggiring bola dengan baik dan benar.

e.        Setelah tiga sentuhan atau lebih saat menggiring bola, akhiri giringan bola dengan menendang bola tersebut kepada salah seorang siswa yang berada di samping (yang membentuk lingkaran).

f.        Siswa yang bersangkutan menendang kembali bola tersebut ke siswa yang lain untuk dikuasai dan digiring kembali sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya.


Lakukan latihan ini sebanyak 2–3 set. Bentuk latihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menguasai dan mengoper bola dengan tepat.



2.    TAKTIK DAN STRATEGI  DALAM  PERMAINAN SEPAK BOLA

 

Taktik merupakan salah satu faktor penting yang harus dipahami oleh para pemain dalam tim. Faktor tersebut menekankan adanya kerja sama tim melalui formasi bermain. Formasi bermain berhubungan dengan posisi yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki oleh setiap pemain dalam satu tim. Oleh karena itu, setiap pemain harus mencari dan menemukan posisi bermain yang terbaik untuk dirinya dan timnya, tanpa terlepas dari pantauan pelatih yang bersangkutan. Akan tetapi, dalam sepak bola modern saat ini para pemain dituntut untuk menguasai lebih dari satu posisi bermain.

Jika dilihat dari bentuknya, terdapat beberapa formasi yang biasa digunakan oleh para pelatih untuk diterapkan dalam timnya. Misalnya, formasi 4–4–2, 3–5–2, dan 5–4–1. Namun, sejalan dengan perkembangan sepak bola modern, formasi ini mengalami perubahan karena mengikuti keinginan dan kebutuhan taktik atau strategi dari pelatih.

 

formasi bermain 4–4–2

  Keterangan:

1.   Penjaga gawang (goal keeper/GK)

2.   Back kanan (defender right/DR)

3.   Back kiri (defender leß/DL)

4. Back tengah (defender centre/DC)

5.  Back tengah (defender centre/DC)

6.    Gelandang kanan (midfielder right/MR)

7.     Gelandang kiri (midfielder leß/ML)

8.     Gelandang tengah (midfielder centre/MC)

9.      Gelandang tengah (midfielder centre/MC)

10.    Penyerang (forward centre/FC)

11.    Penyerang (forward centre/FC)

 

1.       Penyerangan

Pada permainan sepak bola, pendekatan konstruktif dan kecerdikan para pemain lebih ditekankan. Tujuan pokok dari permainan sepak bola yaitu mencetak gol ke gawang lawan sebanyak-banyaknya. Namun, ada hal-hal lain yang harus tetap diperhatikan dalam melakukan penyerangan ke pihak lawan.

Pola penyerangan dapat dilakukan oleh suatu tim apabila para pemain dapat mengendalikan permainan di lapangan. Pola penyerangan yang baik dapat menentukan keberhasilan tim. Dalam menyusun pola penyerangan harus memerhatikan hal-hal sebagai berikut.

a.        Pengatur serangan

b.       Pembantu serangan

c.        Penembak utama untuk mencetak gol

d.       Peran pemancing lawan yang bertahan agar teman satu tim dapat menerobos daerah pertahanan

Untuk memantapkan kerja sama tim dalam penyerangan, perlu dilakukan latihan bersama sehingga tercipta pola penyerangan yang baik. Latihan dasar yang sederhana untuk penyerangan yaitu menggiring bola, menendang bola, menghentikan bola, dan melakukan tembakan ke gawang lawan. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.5.

DR


 
Untuk menghasilkan serangan yang baik, pola penyerangan yang digunakan harus dibuat sedemikian rupa dengan kombinasi serangan yang bervariasi sehingga lawan kebingungan. Selain itu, penyerang harus mencari titik kelemahan lawan.

 

 

Gambar 1.5

Pola penyerangan 4–3–3

 

2.       Pertahanan

Pertahanan paling akhir dari suatu tim adalah pertahanan penjaga gawang. Walaupun demikian, untuk menciptakan suatu pertahanan yang kuat, semua pemain dari lini depan hingga lini belakang termasuk penjaga gawang harus saling bekerja sama. Dengan memiliki pertahanan yang kuat, tim akan tetap bersemangat walaupun lawan terus menerus menguasai bola.

Dalam pertahanan terdapat dua bagian yang dilakukan secara terpisah, yaitu pertahanan yang dilakukan secara individu dan pertahanan yang dilakukan secara bersama. Keduanya bertujuan untuk menghambat bola sehingga tidak membahayakan gawang dari serangan lawan.

Pertahanan individu dilakukan secara “satu lawan satu” (man to man marking). Dalam hal ini, pemain harus merebut bola dari penguasaan lawan. Sebagai latihan, dapat dilakukan penguasaan dan perebutan bola di antara dua orang pemain.

 

Gambar 1.6

Penjagaan satu lawan satu (man to man marking)

 

Pertahanan bersama atau daerah (zone marking) merupakan  pertahanan  yang menuntut kebersamaan. Pertahanan bersama dilakukan terutama ketika menghadapi tendangan bebas langsung dari pihak lawan, apalagi jika tendangan dekat dengan garis daerah hukuman. Dalam hal ini, pertahanan dilakukan dengan membentuk tembok yang kokoh sesuai permintaan dan pengaturan penjaga gawang.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar