PETA KONSEP
1.
Sejarah Pencak
Silat
Ø Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri
yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau
kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan
gerakan binatang yang ada di alam sekitar, seperti gerakan kera, harimau, ular,
atau burung elang.
Ø Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan
"silat" digunakan di Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan.
Ø Kini istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan
penampilan keindahan gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran
bela diri dalam pertarungan
Ø Sejarah Persaudaraan "Setia-Hati" disingkat S-H :
o
Pada tahun 1903
didirikanya persaudaraan SEDULUR TUNGGAL KECER dikampung Tambak
Gringsing-Surabaya oleh almarhum Bpk Ki Ngabehi Soerodwirjo
o
Saat itu
permainan seni pencak silatnya adalah JOYO GENDILO dengan 8 murid antara lain
Noto/ Gunadi (adik kandung Ki Ngabehi Soerodwirjo) dan Kenevel Belanda.
o
Pada tahun 1915
berubah menjadi JOYO GENDILO CIPTO MULYO.
o
Pada tahun 1917
saat demonstrasi pencak silat terbuka di alun2 kota Madiun perguruan ini menjadi
populer di masyarakat karena memiliki gerakan unik penuh seni dan bertenaga.
o
Pada tahun 1917
inilah oleh Ki Ngabehi Soerodwirjo diganti nama menjadi PERSAUDARAAN SETIA
HATI.
Ø Silat Cimande
o
Aliran maenpo
(pencak silat Sunda) di daerah Tari Kolot, Cimande, Bogor, Jawa Barat.
o
Cimande memiliki
lima aspek yaitu aspek olahraga, seni budaya/tradisi, beladiri, spiritual dan
pengobatan.
o
Aspek
pengobatan termasuk pijat/ atau urut gaya Cimande dan pengobatan patah tulang.
Ø Silat Nampon
o
Pencak silat
dari almarhum Uwa Nampon (lahir 1888 di Ciamis, meninggal 1962 di Padalarang -
Jawa Barat).
o
Pada tahun
1932, uwa Nampon mengajarkan ilmu silat ini kepada para pejuang kemerdekaan,
termasuk Bung Karno, Sutan Syahrir, dll.
o
Berlainan dgn
jurus pencak silat lain, Aliran Alm Nampon berpusat didada sehingga gerak
ditangan serasa kosong.
Ø Merpati Putih
o
Pencak silat
yang berkembang dari tradisi Jawa sejak tahun 1550.
o
Sang Guru
Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan
dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng)
dan Budi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu
generasi ke sebelas.
o
Didirikan pada
tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam
negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kelompok latihan sebanyak 415
buah (1993) yang tersebar di seluruh Nusantara.
Ø Tapak Suci Putera Muhammadiyah
o
Aliran pencak
silat yang didirikan pada tanggal 31 Juli 1963 oleh para Pendekar Perguruan
Kauman yang berpusat di Yogyakarta.
o
Tapak Suci
merupakan kelangsungan dari Perguruan Kauman yang didirikan pada tahun 1925
Ø Bakti Negara
o
Aliran pencak
silat Bali yang berpedoman pada ajaran Hindu Dharma masyarakat Bali Tri Hita
Karana.
o
Bakti Negara
dibentuk pada 31 Januari 1955 di Banjar Kaliungu Kaja, Denpasar, Bali oleh
empat pendekar mantan pejuang kemerdekaan Indonesia: pendekar Anak Agung Rai
Tokir, I Bagus Made Rai Keplag, Anak Agung Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra, dan
Ida Bagus Oka Dewangkara.
Ø Perguruan Pencak Silat Nasional Asad (Persinas ASAD)
o
Berdiri pada tanggal
30 April 1993 berpusat di Jakarta,
o
Berkembang
pesat dan banyak menjuarai perlombaan baik provinsi, nasional, bahkan
internasional.
o
Prestasi Dunia
Persinas Asad yang mewakili Indonesia meraih prestasi di Festival Beladiri
Dunia Chungju World Martial Arts Festival di Chungju Korea Selatan.
Ø Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)
o
Didirikan oleh
Ki Hadjar Hardjo Oetomo di indonesia tepatnya Desa Pilangbango, Kecamatan
Kartoharjo,Madiun pada tahun 1922
o
Perguruan silat
yang mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari sendiri yang bersandarkan pada
Tuhan Yang Maha Esa.
o
Perguruan ini
mengutamakan persaudaraan dan berbentuk sebuah organisasi.
Ø Silat Perisai Diri
o
Teknik silat
Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo (mendapat penghargaan pemerintah
sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah mempelajari lebih dari 150 aliran
silat nusantara dan mempelajari aliran kungfu siauw liem sie (shaolin) selama
13 tahun.
o
Teknik praktis
dan efektif berdasar pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan perlawanan
kekuatan maksimum.
o
Saat ini
merupakan silat yang paling dikenal dan banyak anggotanya di Australia, Eropa,
Jepang dan Amerika Serikat.
Ø Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak
Silat Indonesia (IPSI)
Ø Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai
negara adalah Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk
oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Ø Setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas.
Misalnya, daerah Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di
Jawa Tengah ada aliran Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran Perisai Diri.
Ø Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat
tingkat nasional dalam Pekan Olahraga Nasional
Ø Pencak silat juga dipertandingkan dalam SEA Games sejak tahun 1987.
2.
Sarana dan prasarana
a.
Lapangan /
gelanggang pencak silat
Luas : 10 m2
Panjang dan Lebar : 10m
Lingkaran Tengah dengan diameter
: 8m
Lingkaran Kedua dengan diameter
: 8m
b.
Perlengkapan
bertanding pencak silat
Ø Pakaian: mengunakan pakaian pencaksilat warna hitam sabuk putih,
badge IPSI disebelah kiri.
Ø Pelindung badan (bodyprotector) warna hitam sesuai standar IPSI.
Ø Pesilat putera menggunakan pelindung kemaluan (genetile protector)
Ø Gum shil : pelindung gigi
Ø Pelindung sendi
c.
Selain
bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam
senjata. antara lain:
Ø Keris: sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil,
sering dengan bilah bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis
logam bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
Ø Kujang: pisau khas Sunda
Ø Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar
pinggang atau bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan
terhadap pisau.
Ø Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau
bambu .
Ø Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang
tua, pengelana dan musafir.
Ø Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat
terbuat dari kayu atau besi.
Ø Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti
cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
Ø Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam
pertanian, budidaya dan panen tanaman.
Ø Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering
berombak-berbilah
Ø Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
Ø Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
Ø Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau
kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
Ø Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan
dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
Ø Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
Ø Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara
harfiah berarti "cabang".
3.
Teknik Dasar
Permainan
a.
Tingkat
Kemahiran
Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa
tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:
Ø Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik
tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun
rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI
Ø Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua
gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan
bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya
Olahraga & Seni Budaya.
Ø Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di
tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya,
di mana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, di mana
teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara
teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur
yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan .
Ø Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh
perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.
b.
Teknik dasar
1.
Kuda-kuda : sikap
menapakkan kaki yang berfungsi untuk persiapan menyerang lawan sekaligus
mempertahahankan posisi agar tidak mudah dijatuhkan ketika berada dalam posisi
bertahan
2.
Sikap Pasang :
Posisi yang biasanya dikombinasikan dengan kuda-kuda dan posisi ini bersifat
fleksibel
3.
Arah : Berhubungan
kemana pesilat akan melangkah ketika dalam posisi menyerang atau bertahan
4.
Pola Langkah :
Perubahan injakan kaki dari sudut tempat ke tempat yang lain.
5.
Pukulan : Usaha
yang dilakukan baik dalam menyerang atau bertahan dengan menggunakan lengan tangan
6.
Tendangan : Usaha
yang dilakukan baik dalam menyerang atau bertahan dengan menggunakan kaki
7.
Tangkisan : Usaha
pertahanan dari setiap serangan lawan, baik berupa tendangan maupun pukulan
8.
Guntingan : tendangan
dan jepitan seperti menggunting bagian tubuh lawan yang bertujuan untuh
menjatuhkan sekaligus menguncinya
9.
Kuncian : Teknik
untuk melumpuhkan agar tidak dapat melanjutkan pergerakannya

